ARCANA REALM part 16
Part 16 – Latihan di Bawah Langit Gelap
Serangan dari anggota Oblivion Crest malam sebelumnya membuat suasana di markas kecil mereka terasa lebih tegang.
Pagi itu, Dyra berdiri di halaman belakang bangunan tua yang digunakan Eldric sebagai tempat latihan.
Tanah di halaman itu penuh bekas retakan dari latihan sihir sebelumnya.
Lira duduk di pagar kayu sambil meminum potion pemulih energi.
“Jadi mereka benar-benar datang hanya untuk artefakmu.”
Dyra memutar tongkatnya pelan.
“Sepertinya begitu.”
Ia melihat kalung Heart of Null Arcana di lehernya.
“Artefak ini benar-benar membawa masalah.”
Lira tersenyum kecil.
“Masalah yang membuatmu kuat.”
Dyra tidak bisa membantah itu.
Latihan Null Shift
Eldric berdiri di tengah halaman.
“Tunjukkan lagi kemampuan yang muncul tadi malam.”
Dyra mengangguk.
Ia menutup mata dan mencoba merasakan energi di tubuhnya.
Arus Null Arcana mulai bergerak.
Panel sistem muncul.
Skill Active
NULL SHIFT
Dyra mencoba menggerakkan tubuhnya.
WHOOSH.
Ia langsung berpindah beberapa meter ke depan.
Namun keseimbangannya hilang.
Ia hampir jatuh.
Lira tertawa keras.
“Itu lebih mirip tersandung daripada teleport.”
Dyra mengerutkan kening.
“Ini lebih sulit dari yang terlihat.”
Eldric berjalan mendekat.
“Null Shift bukan teleportasi biasa.”
Ia menggambar garis di tanah.
“Kamu tidak berpindah tempat.”
Dyra bingung.
“Lalu apa yang terjadi?”
Eldric menatapnya.
“Kamu melompati ruang kosong antara dua titik.”
Dyra terdiam beberapa detik.
“Itu… terdengar jauh lebih berbahaya.”
Eldric mengangguk.
“Jika kamu kehilangan fokus…”
“…tubuhmu bisa terjebak di ruang kosong itu.”
Lira langsung berhenti tertawa.
“Baiklah… sekarang itu terdengar mengerikan.”
Kemajuan Cepat
Latihan berlangsung berjam-jam.
Dyra mencoba Null Shift berulang kali.
Awalnya ia sering kehilangan keseimbangan.
Namun perlahan gerakannya mulai stabil.
WHOOSH.
Kali ini Dyra berpindah tempat dengan sempurna.
Ia muncul tepat di belakang Eldric.
Lira bersiul kagum.
“Itu jauh lebih baik.”
Eldric mengangguk pelan.
“Kamu belajar cepat.”
Dyra tersenyum tipis.
“Entah kenapa… rasanya seperti tubuhku sudah mengenal energi ini.”
Eldric tidak menjawab.
Namun matanya terlihat berpikir.
Sesuatu yang Mengawasi
Di atap sebuah bangunan tidak jauh dari sana…
Seseorang duduk santai sambil memandang ke arah halaman latihan.
Pria itu memakai mantel gelap dengan tudung menutupi wajahnya.
Namun dari bayangan tudung itu terlihat senyum tipis.
“Menarik…”
Ia melihat Dyra menggunakan Null Shift lagi.
“Kemampuannya berkembang cukup cepat.”
Angin berhembus pelan.
Pria itu berdiri.
Panel sistem kecil muncul di depannya.
Player Data
Name: Dyra
Level: 15
Sync Rate: 36%
Pria itu menutup panel itu.
“Masih jauh…”
“…tapi jalannya benar.”
Ia melompat dari atap.
Tubuhnya menghilang sebelum menyentuh tanah.
Peringatan Eldric
Sore hari, setelah latihan selesai.
Eldric duduk bersama Dyra dan Lira di dalam ruangan.
Ia terlihat lebih serius dari biasanya.
“Kalian harus mulai berhati-hati.”
Dyra bertanya,
“Karena Oblivion Crest?”
Eldric mengangguk.
“Guild itu bukan musuh kecil.”
Lira menyilangkan tangan.
“Seberapa kuat mereka?”
Eldric menjawab pelan.
“Pemimpin mereka adalah salah satu dari lima Legendary yang pernah ditantang oleh seseorang tiga tahun lalu.”
Dyra langsung teringat.
“The Nameless Monarch.”
Eldric mengangguk.
“Benar.”
Ia menatap Dyra dengan serius.
“Dan tiga dari lima Legendary itu sekarang berada di pihak yang sama.”
Lira terdiam.
“Artinya…”
Eldric menyelesaikan kalimatnya.
“Jika mereka benar-benar mengincarmu…”
“…kita mungkin harus menghadapi beberapa orang terkuat di Arcana Realm.”
Dyra menatap tangannya sendiri.
Ia merasakan energi Null Arcana masih bergetar di tubuhnya.
Perjalanan ini semakin berbahaya.
Namun entah kenapa…
Ia juga merasa semakin yakin.
Seolah dunia ini memang menariknya menuju sesuatu yang lebih besar.
Bayangan Lama Kembali Bergerak
Di tempat yang jauh dari Velmora.
Di dalam aula batu besar.
Beberapa sosok berjubah duduk mengelilingi meja bundar.
Salah satu dari mereka berbicara.
“Anak itu mulai menarik perhatian.”
Yang lain menjawab dingin.
“Jika artefak itu benar-benar bangkit…”
“…kita tidak boleh membiarkannya tumbuh.”
Sosok ketiga membuka laporan di tangannya.
“Levelnya masih rendah.”
Ia menutup laporan itu.
“Bunuh dia sebelum terlambat.”
Sementara itu…
Di suatu tempat yang bahkan sistem Arcana Realm tidak sepenuhnya memahami.
Seseorang berdiri memandang langit digital dunia itu.
Ia berkata pelan.
“Permainan ini akhirnya mulai menarik lagi.”
Angin malam berhembus.
Dan sosok itu menghilang dalam bayangan.
Bersambung ke Part 17… ⚔️
Komentar
Posting Komentar