ARCANA REALM part 8
Part 8 – Pertemuan yang Tidak Seimbang
Beberapa minggu berlalu sejak Dyra pertama kali tiba di Arcana Realm.
Velmora kini terasa jauh lebih familiar baginya.
Ia sudah mengenal jalan-jalan kecil kota, tempat latihan di guild, bahkan pedagang yang menjual ramuan mana murah di sudut pasar.
Namun satu hal tetap sama.
Perkembangannya masih terlalu cepat.
Panel sistemnya kini berubah lagi.
PLAYER STATUS
Nama: Dyra
Level: 12
Energi Arcana: 104
Skill:
• Lumen Lv.3
• Arc Spark Lv.3
• Mana Pulse Lv.2
• Arc Barrier Lv.1
Artefak:
Heart of Null Arcana (Terkunci)
Lira menatap panel itu sambil menggeleng.
“Level dua belas dalam waktu sesingkat ini…”
Ia menatap Dyra dengan curiga.
“Kamu yakin tidak curang?”
Dyra tertawa kecil.
“Kalau aku tahu caranya, mungkin aku sudah jadi Legendary.”
Eldric yang berdiri di dekat mereka tidak tertawa.
Ia terlihat memikirkan sesuatu.
“Kita harus lebih berhati-hati mulai sekarang.”
Dyra mengangkat alis.
“Kenapa?”
Eldric menjawab pendek.
“Karena guild besar sudah mulai bergerak.”
Misi yang Berubah
Hari itu Dyra dan beberapa anggota guild menerima misi sederhana.
Mereka diminta menyelidiki reruntuhan kuno di luar Velmora.
Tempat itu dikenal sebagai Temple of Fracture.
Reruntuhan batu besar yang dipenuhi energi Arcana tua.
“Biasanya hanya ada monster kecil di sana,” kata Lira sambil berjalan di antara pilar-pilar runtuh.
Dyra mengangguk.
Namun sejak memasuki tempat itu, ia merasa ada sesuatu yang aneh.
Mana Pulse miliknya terus bergetar.
Seolah ada energi kuat yang tersembunyi di sekitar mereka.
Tiba-tiba—
LANGKAH.
Suara sepatu terdengar di balik reruntuhan.
Dyra langsung berhenti.
Lira juga.
Eldric mengerutkan kening.
“Kita tidak sendirian.”
Dari balik bayangan pilar muncul tiga orang berjubah hitam.
Simbol guild terlihat di dada mereka.
Lingkaran dengan mata di tengah.
Lira langsung mengenalinya.
“Oblivion Archive.”
Salah satu dari mereka tersenyum tipis.
“Kami hanya ingin berbicara dengan pemain bernama Dyra.”
Dyra merasa suasana langsung menjadi tegang.
Eldric berdiri di depannya.
“Apa urusan kalian?”
Pria itu tidak menjawab.
Ia hanya menatap Dyra dengan mata tajam.
“Artefak yang kau miliki.”
“Serahkan.”
Dyra mengerutkan kening.
“Kenapa aku harus—”
Namun sebelum ia selesai bicara—
WHOOSH
Salah satu anggota guild itu tiba-tiba bergerak.
Sihir ungu melesat ke arah Dyra.
Eldric langsung membuat Arc Barrier.
BOOM
Serangan itu menghantam perisai.Eldric mundur beberapa langkah.
Dyra terkejut.
“Serangan itu kuat sekali…”
Lira berbisik pelan.
“Mereka bukan anggota biasa…”
Pria di depan mereka berkata santai.
“Kami tidak ingin bertarung.”
“Serahkan artefaknya, dan kalian boleh pergi.”
Dyra menggenggam tongkatnya.
“Kalau aku menolak?”
Pria itu tersenyum tipis.
“Level dua belas tidak akan cukup melawan kami.”
Panel sistem kecil muncul di udara.
ENEMY DETECTED
Level: 41
Level: 38
Level: 36
Dyra membeku.
Perbedaan levelnya terlalu jauh.
Lira juga terlihat tegang.
“Dyra…”
Namun sesuatu aneh terjadi.
Kalung di leher Dyra tiba-tiba terasa panas.
Panel artefaknya berkedip.
HEART OF NULL ARCANA
Resonansi energi terdeteksi
Dyra merasakan energi aneh mengalir di tubuhnya.
Mana Pulse miliknya tiba-tiba meningkat tajam.
Ia bisa merasakan aliran energi semua orang di ruangan itu.
Termasuk titik lemah mereka.
Dyra berbisik pelan.
“...apa ini?”
Pria dari Oblivion Archive menyipitkan mata.
“Aura itu…”
Ia langsung sadar.
“Artefaknya bereaksi.”
Dyra tidak tahu bagaimana menjelaskannya.
Namun tubuhnya bergerak secara naluriah.
Ia mengangkat tongkatnya.
“Arc Spark.”
Petir biru melesat cepat.
Gerakannya jauh lebih cepat dari biasanya.
CRASH
Serangan itu menghantam salah satu anggota guild.
Pria itu terpental ke dinding batu.
Semua orang terdiam.
Bahkan Dyra sendiri terlihat terkejut.
“Aku… tidak bermaksud—”
Namun pria yang memimpin mereka tertawa kecil.
“Menarik.”
Ia menatap Dyra dengan serius sekarang.
“Jadi artefak itu benar-benar memilihmu.”
Ia mengangkat tangannya.
Energi ungu besar mulai berkumpul.
“Kalau begitu…”
“…kami akan mengambilnya dengan paksa.”
Namun sebelum pertarungan dimulai—
ANGIN BESAR tiba-tiba berhembus di dalam reruntuhan.
Semua orang langsung menoleh.
Seseorang berdiri di atas pilar batu tinggi.
Jubah hitam panjang berkibar pelan.
Wajahnya tidak terlihat jelas.
Namun auranya…
sangat berat.
Anggota Oblivion Archive langsung membeku.
Pemimpin mereka berbisik pelan.
“Tidak mungkin…”
Sosok itu berbicara dengan suara tenang.
“Menyerang pemain level rendah dengan tiga orang…”
Ia memiringkan kepala sedikit.
“Guild kalian semakin menyedihkan.”
Pria dari Oblivion Archive terlihat pucat.
Dyra bisa merasakan ketegangan yang aneh.
Seolah orang-orang itu takut.
Pemimpin mereka akhirnya berkata pelan.
“…Monarch.”
Dyra tidak langsung mengerti.
Namun Lira langsung membelalakkan mata.
“Monarch…?”
Sosok di pilar itu melompat turun dengan ringan.
Ia berjalan melewati Dyra tanpa menoleh.
Seolah Dyra bahkan bukan fokusnya.
Lalu ia berhenti beberapa meter di depan anggota guild.
Suasana terasa sangat berat.
Ia berkata pelan.
“Kalian tahu aturan lama.”
Anggota guild itu tidak bergerak.
“Kami hanya—”
“Pergi.”
Satu kata.
Namun tekanan auranya membuat udara terasa berat.
Beberapa detik kemudian…
ketiga anggota Oblivion Archive mundur perlahan.
Lalu menghilang menggunakan teleportasi.
Reruntuhan kembali sunyi.
Dyra masih mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.
Sosok itu berdiri diam beberapa detik.
Lalu berjalan pergi.
Tanpa memperkenalkan diri.
Tanpa berkata apa pun lagi.
Namun sebelum benar-benar menghilang—
ia berhenti sebentar.
Dan berkata tanpa menoleh.
“Naikkan levelmu.”
“Arcana Realm tidak akan menunggu pemain lemah.”
Lalu ia menghilang seperti bayangan.
Dyra menatap tempat ia berdiri tadi.
Jantungnya masih berdetak cepat.
Lira berbisik pelan.
“…Dyra.”
Dyra menoleh.
Lira menatapnya dengan wajah tidak percaya.
“Kamu baru saja diselamatkan oleh…”
Ia menelan ludah.
“The Nameless Monarch.”
Bersambung ke Part 9… 🔥
Komentar
Posting Komentar