ARCANA REALM part 9

 

Part 9 – Nama yang Mengguncang Dunia

Reruntuhan Temple of Fracture kembali sunyi.

Debu perlahan jatuh dari pilar batu yang retak akibat serangan tadi.

Dyra masih berdiri diam, mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.

“Dia… benar-benar pergi begitu saja?” gumamnya.

Lira masih menatap ke arah tempat sosok berjubah hitam itu menghilang.

“Dyra… kamu tahu siapa dia tadi?”

Dyra menggeleng.

Namun dari ekspresi Lira dan Eldric, ia sudah bisa menebak.

Eldric akhirnya berkata pelan.

“Ya.”

“Dia.”

The Nameless Monarch.

Angin dingin berhembus di antara reruntuhan.

Dyra mencoba mengingat kembali sosok itu.

Auranya berat.

Gerakannya tenang.

Dan yang paling aneh—

Ia sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang ingin pamer kekuatan.

Dyra bertanya pelan,

“Kenapa dia menolong kita?”

Tidak ada yang langsung menjawab.

Lira mengangkat bahu.

“Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana dia berpikir.”

Eldric menambahkan,

“Dia selalu bergerak sesuka hati.”


Legenda yang Hidup

Dalam perjalanan kembali ke Velmora, Lira akhirnya mulai bercerita lebih banyak.

“Kamu tahu kenapa semua orang takut pada Monarch?” katanya.

Dyra menjawab jujur.

“Karena dia mengalahkan lima Legendary?”

Lira menggeleng.

“Itu hanya sebagian cerita.”

Ia berhenti sebentar sebelum melanjutkan.

“Tiga tahun lalu… Arcana Realm hampir hancur.”

Dyra sudah mendengar sedikit tentang itu.

Namun sekarang Lira menjelaskan dengan lebih jelas.

“Pada saat itu, puluhan Legendary mencoba menghentikan konflik antara guild-guild besar.”

“Namun tidak ada yang berhasil.”

Eldric melanjutkan kalimatnya.

“Karena lima Legendary yang menjadi pusat konflik terlalu kuat.”

Dyra mengingat cerita sebelumnya.

“Pilar Arcana Realm…”

“Benar,” kata Eldric.

“Bahkan Legendary lain tidak bisa menahan mereka.”

Dyra mencoba membayangkannya.

Puluhan orang kuat… tidak bisa menghentikan lima orang.

Lalu seseorang datang.

Seseorang yang bahkan tidak diketahui asalnya.

“Monarch muncul tepat di tengah konflik itu,” kata Lira.

“Dan dia melakukan sesuatu yang gila.”

Dyra menebak.

“Menantang mereka.”

“Sekaligus,” jawab Lira.

Dyra masih sulit mempercayainya.

Namun yang lebih aneh adalah hasilnya.

Dia menang.



Dunia yang Berubah

Saat mereka hampir mencapai Velmora, Eldric berhenti sebentar.

“Setelah pertarungan itu… semuanya berubah.”

Dyra menatapnya.

“Bagaimana?”

Eldric berkata dengan suara serius.

“Para Legendary yang ingin menguasai sistem mundur untuk sementara.”

“Tiga dari mereka membentuk guild besar.”

Dyra langsung teringat nama-nama itu.

Astryx Dominion.
Oblivion Archive.
Iron Covenant.

“Sedangkan dua lainnya memilih berjalan sendiri,” lanjut Eldric.

“Tidak ikut guild mana pun.”

Dyra bertanya,

“Kenapa mereka tidak bersatu saja melawan tiga guild itu?”

Eldric tersenyum tipis.

“Legendary tidak mudah bekerja sama.”

“Sebagian besar dari mereka adalah individu yang terlalu kuat untuk tunduk pada siapa pun.”

Dyra memahami maksudnya.

Semakin kuat seseorang…

semakin sulit mereka mengikuti aturan orang lain.


Rumor Baru

Ketika mereka sampai di Velmora, suasana kota terasa berbeda.

Banyak orang berkumpul di sekitar papan informasi guild.

Dyra mendekat.

Ada laporan baru yang ditempel.


LAPORAN SISTEM ARCANA REALM

Aktivitas energi tidak dikenal terdeteksi di Temple of Fracture.

Kemungkinan keterlibatan:
The Nameless Monarch


Kerumunan orang langsung ramai.

“Dia benar-benar kembali!”

“Sudah tiga tahun!”

“Ini akan memicu konflik lagi!”

Dyra merasa sedikit tidak nyaman.

Ia tidak menyangka kejadian tadi akan menyebar secepat ini.

Lira menatap Dyra dengan serius.

“Kamu sadar tidak?”

Dyra mengangkat alis.

“Apa?”

“Jika guild Oblivion tahu Monarch muncul saat mencoba mengambil artefakmu…”

Ia berhenti sebentar.

“Mereka mungkin akan menganggap kamu berhubungan dengan dia.”

Dyra langsung menggeleng.

“Aku bahkan tidak tahu siapa dia.”

Eldric berkata pelan,

“Masalahnya… mereka tidak perlu percaya itu.”


Perhatian yang Berbahaya

Di menara guild Oblivion Archive.

Wanita berambut putih yang sebelumnya menerima laporan kini berdiri di depan jendela besar.

Seorang anggota guild berlutut di belakangnya.

“Kami kehilangan artefaknya.”

Wanita itu tidak terlihat marah.

“Karena Monarch?”

“Ya.”

Ruangan itu sunyi beberapa detik.

Lalu wanita itu berkata pelan.

“Menarik.”

Ia berjalan ke meja besar di tengah ruangan.

Di atas meja ada peta Arcana Realm.

Beberapa wilayah ditandai dengan simbol guild.

Ia meletakkan satu penanda baru di Velmora.

“Awasi pemain bernama Dyra.”

Anggota guild itu bertanya,

“Apakah kita harus menangkapnya?”

Wanita itu tersenyum tipis.

“Tidak.”

“Belum.”

Ia menatap peta itu.

“Jika Monarch benar-benar tertarik padanya…”

“…maka anak itu mungkin lebih penting dari yang kita kira.”


Pandangan yang Sama

Di sisi lain dunia Arcana Realm.

Di puncak tebing tinggi yang menghadap lautan energi Arcana.

Sosok berjubah hitam berdiri sendirian.

Angin malam meniup jubahnya pelan.

Ia membuka panel sistem kecil.

Di layar itu hanya ada satu nama.

Dyra.

Level: 12.

Ia menatap angka itu beberapa detik.

Lalu menutup panel tersebut.

“Masih terlalu lemah,” gumamnya pelan.

Namun ada sesuatu yang aneh dalam suaranya.

Bukan ejekan.

Lebih seperti penilaian.

Ia menoleh ke langit malam Arcana Realm.

“Dunia ini mulai bergerak lagi…”

Lalu ia berkata pelan, hampir seperti bicara pada dirinya sendiri.

“Semoga kau cukup kuat…”

“…untuk bertahan.”

Angin malam bertiup lebih kencang.

Dan sekali lagi—

The Nameless Monarch menghilang.


Bersambung ke Part 10… ⚔️✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARCANA REALM part 2

ARCANA REALM part 3

ARCANA REALM part 12