ARCANA REALM part 19
Part 19 – Bayangan yang Memburu
Angin malam berhembus melewati reruntuhan kuno.
Sisa-sisa tubuh Grave Sentinel masih berserakan di tanah.
Dyra berdiri diam sambil melihat notifikasi level yang baru saja muncul di hadapannya.
Level 17
Lira masih duduk di tanah sambil mengatur napas.
“Kalau semua Legendary menguji orang seperti itu… aku rasa pemain biasa sudah lama punah.”
Kael hanya tersenyum tipis.
Namun wajahnya berubah serius.
“Dengarkan baik-baik.”
Dyra menoleh.
Kael melanjutkan,
“Pertarungan barusan bukan hanya ujian.”
“Ini juga… peringatan.”
Dyra mengerutkan dahi.
“Peringatan?”
Kael mengangguk.
“Oblivion Crest sudah mulai bergerak.”
Guild yang Menguasai Bayangan
Kael berjalan menuju reruntuhan lingkaran sihir.
“Guild itu bukan guild biasa.”
“Pemimpinnya adalah tiga Legendary yang pernah ditantang oleh seseorang tiga tahun lalu.”
Dyra langsung teringat satu nama.
“The Nameless Monarch…”
Kael tersenyum tipis.
“Kamu sudah mendengarnya.”
Lira ikut berdiri.
“Tiga Legendary itu… sekuat apa?”
Kael menatap langit malam.
“Cukup kuat untuk menghancurkan kota dalam satu malam.”
Lira langsung terdiam.
Dyra bertanya pelan.
“Lalu dua Legendary lainnya?”
Kael menjawab,
“Mereka memilih jalan berbeda.”
“Mereka tidak ikut membentuk guild.”
“Namun…”
Ia menatap Dyra lagi.
“Jika perang benar-benar terjadi, mereka mungkin akan ikut bergerak.”
Seseorang yang Mereka Cari
Dyra menyilangkan tangan.
“Jadi guild itu sedang mencari seseorang.”
Kael mengangguk.
“Benar.”
Dyra bertanya lagi,
“Kenapa?”
Kael tidak langsung menjawab.
Beberapa detik ia hanya memperhatikan kalung di leher Dyra.
Heart of Null Arcana
Akhirnya ia berkata,
“Karena seseorang dengan kekuatan itu…”
“…bisa mengubah keseimbangan Arcana Realm.”
Lira langsung menatap Dyra.
“Jadi mereka benar-benar mencari kamu…”
Kael menambahkan dengan santai,
“Dan kemungkinan besar mereka sudah mulai mencium keberadaanmu.”
Kembali ke Velmora
Beberapa jam kemudian…
Dyra dan Lira kembali ke markas mereka di Velmora.
Eldric sudah menunggu di dalam ruangan.
Ia langsung tahu sesuatu terjadi.
“Ada apa?”
Dyra menjelaskan semuanya.
Tentang Kael.
Tentang Grave Sentinel.
Dan tentang Oblivion Crest.
Eldric mendengarkan tanpa memotong.
Setelah Dyra selesai…
Eldric menghela napas panjang.
“Jadi akhirnya mereka bergerak juga.”
Lira kaget.
“Mentor… kamu sudah tahu tentang guild itu?”
Eldric tersenyum pahit.
“Semua pemain lama tahu.”
“Guild itu terbentuk setelah kejadian tiga tahun lalu.”
Dyra bertanya,
“Perpecahan para Legendary?”
Eldric mengangguk.
“Benar.”
Nama yang Hilang
Eldric berjalan ke jendela.
“Kejadian itu hampir menghancurkan Arcana Realm.”
“Para Legendary mulai berkonflik satu sama lain.”
“Sebagian ingin menguasai sistem dunia.”
“Sebagian mencoba menghentikannya.”
Lira bertanya pelan,
“Lalu… The Nameless Monarch muncul?”
Eldric mengangguk lagi.
“Dia menantang lima Legendary terkuat sekaligus.”
Dyra masih sulit mempercayainya.
“Lima sekaligus…”
Eldric berkata,
“Dan dia menang.”
Ruangan itu langsung sunyi.
Namun Eldric melanjutkan.
“Setelah itu… dia menghilang.”
“Tidak ada yang tahu siapa dia.”
“Tidak ada yang tahu dari mana asalnya.”
“Namun semua orang tahu satu julukannya.”
Dyra bertanya,
“Julukan?”
Eldric menjawab pelan.
“The Nameless Monarch.”
Keputusan
Dyra berpikir beberapa saat.
Lalu berkata,
“Jika guild itu mencari seseorang dengan Null Arcana…”
“…berarti mereka memang akan mencariku cepat atau lambat.”
Lira terlihat khawatir.
“Jadi kita harus bagaimana?”
Dyra menatap mereka berdua.
“Kita menjadi lebih kuat.”
Eldric tersenyum tipis.
“Itu jawaban yang bagus.”
Ia lalu membuka peta besar di meja.
“Kalau begitu kita mulai dari sini.”
Dyra mendekat.
Di peta itu ada tanda merah di sebuah tempat.
“Ini apa?”
Eldric menjawab,
“Ancient Dungeon.”
“Dungeon kuno yang jarang disentuh pemain.”
Lira bertanya,
“Seberapa berbahaya?”
Eldric menjawab santai,
“Monster level 25 sampai 40.”
Lira langsung memegang kepalanya.
“Mentor… kamu ingin membunuh kami?”
Namun Eldric tersenyum.
“Jika Dyra ingin bertahan dari para Legendary…”
“…dia tidak punya pilihan selain menjadi jauh lebih kuat.”
Dyra menatap peta itu dengan serius.
Di dalam hatinya…
ia merasa perjalanan ini baru benar-benar dimulai.
Namun tanpa mereka sadari…
Di tempat yang sangat jauh dari Velmora…
Di sebuah kastil hitam besar…
Seorang pria duduk di singgasana tinggi.
Matanya tertutup.
Tiba-tiba ia membuka mata.
Aura gelap memenuhi ruangan.
Salah satu bawahannya berlutut di depan.
“Tuan…”
“Kami menemukan sesuatu.”
Pria itu bertanya dengan suara tenang.
“Apa?”
Bawahannya menjawab,
“Energi Null Arcana muncul kembali.”
Pria itu tersenyum tipis.
“Jadi akhirnya…”
“…dia muncul.”
Di dinding belakang singgasana itu terdapat lambang guild besar.
OBLIVION CREST
Bersambung ke Part 20…
Komentar
Posting Komentar