ARCANA REALM part 21

KEDALAMAN VALTHERA

Lorong di dalam Valthera Ruins semakin sempit dan gelap.

Langkah kaki Dyra, Lira, dan Eldric bergema di dinding batu kuno.

Udara terasa lebih dingin.

Seolah dungeon itu sendiri sedang mengawasi mereka.

Lira memegang pedangnya lebih erat.

“Tempat ini membuatku merinding…”

Dyra memperhatikan dinding di sekitarnya.

Ukiran-ukiran aneh mulai muncul.

Simbol lingkaran.

Garis-garis sihir yang saling terhubung.

Dyra berhenti berjalan.

“Aku pernah melihat pola ini.”

Eldric menoleh.

“Di mana?”

Dyra menyentuh kalung di lehernya.

Heart of Null Arcana

“Di artefak ini.”

Eldric terlihat berpikir.

Namun sebelum ia sempat menjawab—

Suara retakan keras terdengar dari depan lorong.

KRRRRAAAKKK…

Tanah bergetar.

Lira langsung bersiap.

“Monster lagi?”

Namun yang muncul bukan satu.

Tiga makhluk keluar dari kegelapan.

Tubuh mereka seperti prajurit batu dengan tombak panjang.

Panel sistem muncul.

Valthera Guardian
Level: 28

Lira menghela napas.

“Levelnya naik lagi…”

Eldric hanya berkata tenang.

“Formasi.”

Dyra mengangguk.

Lira bergerak ke depan.

Dyra di belakangnya.

Eldric tetap di posisi belakang.

Pertarungan di Lorong Sempit

Guardian pertama menyerang.

Tombaknya menghantam tanah dengan keras.

Dyra langsung menggunakan Null Shift.

Tubuhnya menghilang lalu muncul di sisi kiri monster.

Null Bolt!

Ledakan energi hitam menghantam bahu Guardian.

Namun monster itu tidak jatuh.

Sebaliknya…

dua Guardian lainnya langsung menyerang Dyra.

“Cepat sekali!” Dyra menggeram.

Lira melompat di antara mereka.

Wind Step!

Pedangnya berputar cepat menangkis dua tombak sekaligus.

Eldric akhirnya bergerak.

Dia mengangkat tongkatnya.

Lingkaran sihir muncul di tanah.

Arcane Bind.

Rantai energi biru muncul dan mengikat salah satu Guardian.

Dyra langsung memanfaatkan kesempatan itu.

“Bagus!”

Ia melompat dan mengayunkan tongkatnya.

Null Strike!

BOOOM!

Guardian pertama runtuh.

Lira menghabisi yang kedua.

Guardian terakhir mencoba melarikan diri ke dalam lorong.

Namun Dyra mengaktifkan Null Shift lagi.

Dalam sekejap ia muncul di depannya.

“Tidak ke mana-mana.”

Serangan terakhir menghancurkan monster itu.

Panel sistem muncul.

Enemies Defeated

Lira menghela napas lega.

“Oke… aku mulai suka dungeon ini.”

Eldric tersenyum kecil.

“Jangan terlalu cepat senang.”

Ruangan Misterius

Mereka melanjutkan perjalanan.

Beberapa menit kemudian lorong itu tiba-tiba terbuka.

Sebuah ruangan besar muncul di hadapan mereka.

Lantai batu luas.

Pilar-pilar kuno berdiri mengelilingi ruangan.

Di tengah ruangan terdapat lingkaran sihir raksasa yang hampir identik dengan simbol pada kalung Dyra.

Dyra terdiam.

“Apa ini…”

Lira juga melihatnya.

“Simbol itu… sama dengan yang di gerbang dungeon.”

Eldric berjalan mendekat.

Wajahnya terlihat serius.

“Ini bukan lingkaran sihir biasa.”

Dyra bertanya,

“Lalu apa?”

Eldric menyentuh ukiran di lantai.

“Ini… seperti bagian dari sistem Arcana Realm.”

Dyra mengerutkan dahi.

“Sistem?”

Namun sebelum Eldric sempat menjelaskan—

Kalung Dyra tiba-tiba bergetar lagi.

Heart of Null Arcana memancarkan cahaya hitam.

Lingkaran sihir di lantai langsung menyala.

Lira terkejut.

“Dyra! Apa yang kamu lakukan?!”

Dyra juga bingung.

“Aku tidak melakukan apa-apa!”

Cahaya semakin kuat.

Kemudian…

Tanah di tengah ruangan retak.

Sebuah suara berat bergema dari bawah tanah.

“Pemilik… Null Arcana…”

Debu batu berjatuhan dari langit-langit.

Retakan besar terbuka di lantai.

Sesuatu yang jauh lebih besar dari monster sebelumnya mulai bangkit.

Panel sistem muncul perlahan.

Dungeon Boss Awakened

Name: Ancient Valthera Sentinel

Level: 40

Lira langsung menatap Eldric.

“MENTOR?!”

Eldric menghela napas panjang.

“Sepertinya kita membangunkan penjaga utama dungeon ini.”

Dyra menatap monster raksasa yang mulai muncul dari tanah.

“Level… 40…”

Monster itu akhirnya berdiri penuh.

Tubuhnya dua kali lebih besar dari Grave Sentinel sebelumnya.

Mata merahnya menatap langsung ke arah Dyra.

“Null… Arcana…”

Kaum batu di sekitarnya mulai bergetar.

Dyra menggenggam tongkatnya erat.

“Sepertinya dungeon ini tidak akan membiarkan kita keluar dengan mudah.”

Di Kota Velmora

Sementara itu…

Tiga anggota Oblivion Crest akhirnya memasuki kota.

Mereka berdiri di tengah pasar.

Salah satu dari mereka membuka daftar pemain.

Nama itu muncul di layar.

DYRA

Dia tersenyum tipis.

“Target ditemukan.”

Bersambung ke Part 22…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARCANA REALM part 2

ARCANA REALM part 3

ARCANA REALM part 12