ARCANA REALM part 22
PENJAGA YANG TERBANGUN
Ruangan besar di dalam Valthera Ruins bergetar hebat.
Debu batu jatuh dari langit-langit.
Di tengah lingkaran sihir raksasa, makhluk itu akhirnya berdiri sepenuhnya.
Ancient Valthera Sentinel
Tubuhnya jauh lebih besar dari monster yang pernah Dyra hadapi sebelumnya. Batu hitam membentuk armor alami di seluruh tubuhnya, sementara retakan merah seperti magma menyala di sela-selanya.
Panel sistem muncul.
Level: 40
Class: Ancient Dungeon Guardian
Lira menelan ludah.
“Ini… boss dungeon sungguhan.”
Dyra menggenggam tongkatnya lebih erat.
“Kita bahkan belum level 20…”
Eldric berdiri tenang di belakang mereka.
Namun wajahnya terlihat jauh lebih serius dari biasanya.
“Jangan lengah.”
Serangan Pembuka
Boss itu mengangkat lengannya perlahan.
Energi merah berkumpul di telapak tangannya.
Dyra langsung berteriak.
“MENYEBAR!”
BOOOOOM!
Gelombang energi menghantam lantai.
Ledakan besar mengguncang seluruh ruangan.
Lira melompat ke kiri.
Dyra menggunakan Null Shift untuk berpindah posisi.
Namun kekuatan serangan itu tetap membuat mereka terlempar beberapa meter.
Lira berdiri sambil menggeram.
“Ini bukan pertarungan yang adil!”
Boss itu melangkah maju.
Setiap langkahnya membuat tanah bergetar.
Serangan Balik
Dyra mengangkat tongkatnya.
Energi hitam berkumpul di ujungnya.
“Kalau begitu kita buat jadi adil.”
“Null Bolt!”
Ledakan energi hitam menghantam dada boss.
Namun…
Hanya meninggalkan retakan kecil.
HP boss bahkan hampir tidak berkurang.
Dyra terdiam sebentar.
“…itu hampir tidak berpengaruh.”
Lira langsung bergerak.
“Kalau begitu kita fokus ke sendinya!”
Dia melompat tinggi.
Pedangnya berputar cepat.
“Wind Spiral!”
Serangan angin kuat menghantam kaki boss.
Retakan besar muncul di sendi lututnya.
Boss itu meraung keras.
Dyra langsung memanfaatkan celah itu.
Null Shift
Tubuhnya menghilang lalu muncul di belakang monster.
“Null Strike!”
BOOOOM!
Serangan itu menghantam punggung monster.
HP bar boss akhirnya turun sedikit.
Namun tiba-tiba—
Boss itu berbalik sangat cepat.
Tangannya menghantam tanah.
GEDEBUUUM!
Gelombang kejut besar menyapu ruangan.
Dyra dan Lira terpental jauh.
Lira jatuh keras di lantai.
“Dyra… ini gila…”
Kekuatan Eldric
Boss itu mengangkat kakinya lagi.
Targetnya Lira yang masih di tanah.
Dyra berteriak.
“LIRA!”
Namun sebelum kaki raksasa itu menghantam—
Suara Eldric terdengar tenang.
“Cukup.”
Lingkaran sihir besar muncul di udara.
Energi biru terang memenuhi ruangan.
Boss itu tiba-tiba berhenti bergerak.
Rantai energi raksasa muncul dari tanah dan mengikat tubuhnya.
Dyra menatap kaget.
“Mentor…?”
Eldric menghela napas.
“Sudah lama aku tidak menggunakan ini.”
Matanya bersinar dengan cahaya sihir.
“Grand Arcane Seal.”
Lira terdiam.
“Mentor… sejak kapan kamu bisa melakukan sihir sebesar itu?”
Eldric hanya tersenyum tipis.
“Sejak lama.”
Namun ia menatap Dyra dengan serius.
“Aku hanya bisa menahannya sebentar.”
“Dyra, sekarang!”
Serangan Penentu
Dyra berdiri.
Energi Null Arcana mulai berputar di sekeliling tubuhnya.
Kalung di lehernya kembali berdenyut.
Heart of Null Arcana
Panel sistem muncul.
Energy Resonance Increasing
Dyra bisa merasakan kekuatan itu lagi.
Lebih kuat dari sebelumnya.
Ia melompat tinggi.
Mengaktifkan Null Shift beberapa kali di udara.
Energi hitam terkumpul di tongkatnya.
Boss itu mencoba bergerak, tapi rantai Eldric menahannya.
Dyra mengangkat tongkatnya tinggi.
“Kalau begitu…”
“…ini akhir dari pertarunganmu.”
Energi hitam meledak dari tubuhnya.
“NULL BREAKER!!”
BOOOOOOOOOOM!!!
Ledakan raksasa menghantam kepala boss.
Retakan merah di seluruh tubuhnya pecah bersamaan.
Boss itu mengeluarkan raungan terakhir.
Lalu…
tubuhnya runtuh menjadi batu.
Panel sistem muncul.
Dungeon Boss Defeated
EXP meningkat drastis.
Level Up!
Dyra: Level 17 → 20
Lira: Level 16 → 19
Lira langsung jatuh duduk.
“Kita… benar-benar mengalahkan boss level 40…”
Dyra juga masih terengah.
Namun sesuatu yang aneh terjadi.
Kalung di lehernya kembali bersinar.
Dari tubuh boss yang hancur…
sebuah kristal hitam kecil muncul.
Panel sistem muncul lagi.
Item Obtained
Fragment of Arcana Core
Dyra menatap kristal itu.
“Apa ini?”
Eldric terlihat lebih terkejut dari mereka.
“…ini tidak seharusnya ada di dungeon biasa.”
Lira bertanya,
“Kenapa?”
Eldric menjawab pelan.
“Karena benda itu…”
“…adalah bagian dari inti sistem Arcana Realm.”
Dyra terdiam.
Bahaya yang Menunggu
Sementara itu…
Di kota Velmora.
Tiga anggota Oblivion Crest berdiri di atas atap bangunan tinggi.
Salah satu dari mereka melihat ke arah hutan tempat dungeon berada.
“Energi besar muncul dari arah itu.”
Yang lain tersenyum dingin.
“Sepertinya target kita sedang berlatih.”
Pemimpin mereka berkata pelan.
“Biarkan dia.”
“Semakin kuat dia…”
“…semakin menarik ketika kita membunuhnya.”
Bersambung ke Part 23…
Komentar
Posting Komentar