ARCANA REALM part 3
Part 3 – Sistem Dunia yang Baru
Langit yang sempat retak perlahan kembali normal. Cahaya merah peringatan menghilang dari udara seperti kabut yang tertiup angin.
Dyra masih berdiri diam.
“Apa itu tadi…?” tanyanya pelan.
Eldric menghela napas panjang, lalu menurunkan tudung jubahnya.
“Itu peringatan sistem dunia,” katanya. “Kadang Arcana Realm bereaksi sendiri ketika sesuatu yang langka muncul.”
Dyra menatap tongkat di tangannya.
“Aku tidak merasa melakukan sesuatu yang istimewa.”
Eldric tersenyum kecil.
“Di dunia ini, sihir bukan hanya soal mantra. Dunia ini membaca potensi seseorang.”
Ia lalu menggerakkan tangannya ke udara.
Seketika sebuah panel sistem muncul di depan mereka berdua.
SISTEM ARCANA REALM
Level: 1
Energi Arcana: 12
Skill terbuka:
- Lumen (Lv.1)
Dyra mengerutkan kening.
“Level?”
Eldric mengangguk.
“Arcana Realm bekerja seperti banyak dunia virtual lain. Setiap orang memiliki tingkat level. Semakin tinggi level, semakin kuat sihir yang bisa digunakan.”
Dyra membaca panel itu lagi.
“Jadi aku masih level satu?”
“Benar.”
Ia menunjuk tulisan kecil di sudut panel.
“Namun biasanya pemain baru hanya memiliki energi Arcana sekitar 3 sampai 5. Milikmu dua kali lipat.”
Dyra hanya mengangkat bahu.
“Mungkin cuma keberuntungan.”
Eldric tidak menjawab. Ia hanya menatap Dyra dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
Seolah ia sedang memikirkan sesuatu yang jauh lebih besar.
Perjalanan Menuju Kota
Mereka berjalan keluar dari hutan bercahaya.
Di kejauhan terlihat sebuah kota dengan menara tinggi dan cahaya biru di setiap jalan.
“Kota apa itu?” tanya Dyra.
“Velmora,” jawab Eldric. “Salah satu kota awal tempat banyak pengguna Arcana memulai perjalanan mereka.”
Dyra memperhatikan sekelilingnya.
Makhluk aneh terbang di langit. Ada juga orang-orang yang mengenakan armor, penyihir yang berjalan sambil membaca buku sihir, dan pedagang yang menjual botol bercahaya.
“Ini benar-benar seperti dunia hidup,” kata Dyra kagum.
Eldric tersenyum.
“Bagi sebagian orang… dunia ini memang sudah menjadi kehidupan kedua.”
Rahasia Waktu
Saat mereka memasuki gerbang kota, Dyra tiba-tiba teringat sesuatu.
“Tunggu.”
Eldric berhenti.
“Apa?”
“Kalau aku ada di sini… berarti tubuhku di dunia asli bagaimana?”
Eldric tampak tidak terkejut dengan pertanyaan itu.
“Tubuhmu tetap berada di dunia asalmu. Dalam keadaan seperti tidur.”
Dyra langsung membelalakkan mata.
“Kalau begitu aku bisa berhari-hari di sini dong?”
Eldric menggeleng pelan.
“Tidak persis begitu.”
Ia menunjuk menara jam raksasa di tengah kota.
“Arcana Realm memiliki perbedaan aliran waktu.”
Dyra menunggu penjelasannya.
Eldric berkata pelan.
“Sepuluh jam di dunia ini… hanya sekitar satu jam di dunia aslimu.”
Dyra terdiam.
“Itu berarti…”
“Ya,” kata Eldric. “Kamu bisa hidup petualangan yang panjang di sini… tanpa terlalu lama meninggalkan dunia asalmu.”
Dyra tersenyum sedikit.
“Lumayan juga.”
Namun Eldric menambahkan satu kalimat lagi.
“Tapi ada batasnya.”
“Apa maksudmu?”
“Jika seseorang terlalu lama terhubung dengan Arcana Realm… terkadang mereka mulai merasa dunia ini lebih nyata daripada dunia asalnya.”
Dyra tertawa kecil.
“Sepertinya itu masalah nanti.”
Namun Eldric hanya menatap langit.
Seolah ia tahu sesuatu yang Dyra belum pahami.
Langkah Pertama
Mereka berhenti di sebuah guild pelatihan Arcana.
Bangunannya besar, penuh dengan orang-orang yang sedang berlatih sihir.
Beberapa menembakkan api kecil.
Ada yang mencoba mengendalikan angin.
Seorang pelatih berjalan mendekati Dyra.
“Pendatang baru?”
Dyra mengangguk.
Pelatih itu membuka panel sistem.
“Baik, setiap pengguna Arcana harus memulai dari pelatihan dasar.”
Ia menunjuk papan besar di dinding.
Di sana tertulis beberapa misi sederhana:
- Mengumpulkan kristal energi
- Mengalahkan makhluk bayangan kecil
- Berlatih mantra dasar
Dyra menatap daftar itu.
“Jadi aku harus melakukan semua ini untuk naik level?”
Pelatih itu tersenyum.
“Setiap petualang besar… selalu memulai dari langkah kecil.”
Dyra menggenggam tongkatnya.
Untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia ini, ia merasa sedikit bersemangat.
Mungkin dunia ini memang aneh.
Mungkin penuh misteri.
Tapi jika ia harus tinggal di sini sementara…
Ia ingin mencoba memahami dunia ini.
Langkah demi langkah.
Namun tanpa Dyra sadari—
Di sebuah menara jauh di pusat Arcana Realm, sebuah ruangan gelap dipenuhi layar sistem kuno.
Seorang pria tua menatap salah satu layar dengan mata tajam.
Di sana tertulis sebuah data baru.
PENGGUNA BARU TERDETEKSI
Nama: Dyra
Status: Tidak terklasifikasi
Pria itu berdiri perlahan.
“Dyra…”
Ia menyebut nama itu dengan suara hampir berbisik.
Seolah mengenalnya.
Lalu ia berkata pelan.
“Sudah lama sekali… sejak nama itu muncul kembali.”
Di belakangnya, sebuah lukisan tua tergantung di dinding.
Lukisan dua orang penyihir legendaris yang memegang simbol Arcana.
Dan di bawah lukisan itu tertulis sebuah nama keluarga yang hampir terlupakan.
Nama yang sama dengan Dyra.
Bersambung ke Part 4… ✨
Komentar
Posting Komentar