ARCANA REALM part 14

 

Part 14 – Riak di Permukaan

Perjalanan kembali ke Velmora terasa lebih sunyi dari biasanya.

Dyra berjalan di depan sambil sesekali melihat kalung Heart of Null Arcana di lehernya.

Setelah pertemuan dengan Kael Vireon, pikirannya tidak bisa tenang.

Lira akhirnya memecah keheningan.

“Legendary itu… benar-benar menghilang begitu saja.”

Dyra mengangguk.

“Seolah dia bisa berpindah tempat.”

Eldric menjawab tenang,

“Dia memang bisa.”

Dyra dan Lira langsung menoleh bersamaan.

“Apa maksudmu?”

Eldric berjalan melewati mereka.

“Kael Vireon bukan Legendary biasa.”

Ia berhenti sebentar lalu berkata,

“Dia dikenal dengan julukan Storm Walker.”

Lira mengangkat alis.

“Storm Walker?”

“Dia bisa memanipulasi energi angin dan ruang dalam jarak pendek.”

Dyra bersiul pelan.

“Teleportasi?”

Eldric mengangguk.

“Kurang lebih.”

Dyra menghela napas.

“Arcana Realm benar-benar dipenuhi monster.”


Kota Velmora yang Berubah

Saat mereka kembali ke gerbang kota, sesuatu terasa berbeda.

Biasanya kota itu ramai dengan pedagang dan petualang biasa.

Namun hari ini…

Banyak pemain dengan armor kelas tinggi terlihat berjalan di jalan utama.

Beberapa bahkan memakai lambang guild besar.

Lira langsung menyadarinya.

“Ini tidak biasa.”

Dyra melihat sekeliling.

“Ada apa sebenarnya?”

Eldric menatap lambang di baju salah satu pemain.

Lambang berbentuk mata hitam dengan lingkaran perak.

“Guild besar sudah mulai bergerak.”

Dyra menelan ludah.

“Karena dungeon?”

Eldric menggeleng.

“Bukan.”

Ia menatap Dyra.

“Karena kamu.”


Rumor yang Menyebar

Di dalam sebuah kedai di pusat kota.

Beberapa petualang sedang berbicara dengan suara pelan.

“Katanya ada pemain level rendah yang menghancurkan dungeon kuno.”

“Tidak mungkin.”

“Aku juga tidak percaya… tapi Legendary Kael sendiri terlihat di hutan tadi.”

“Serius?”

“Kalau Kael muncul… berarti sesuatu yang besar terjadi.”

Rumor itu menyebar seperti api.

Dan tanpa Dyra sadari—

namanya mulai terdengar di berbagai sudut kota.


Pelatihan Baru

Malam itu mereka kembali ke markas kecil mereka.

Eldric meletakkan beberapa buku tua di meja.

Dyra mengerutkan dahi.

“Latihan lagi?”

Eldric menjawab tenang.

“Mulai sekarang latihan kalian berubah.”

Lira duduk di kursi.

“Bagaimana?”

Eldric membuka salah satu buku.

Di dalamnya terdapat simbol sihir kuno.

“Dyra harus belajar mengendalikan Null Arcana.”

Dyra melihat simbol-simbol itu.

“Aku bahkan tidak tahu apa itu Null Arcana sebenarnya.”

Eldric menatapnya.

“Itulah yang akan kita pelajari.”


Null Arcana

Eldric menggambar lingkaran sihir kecil di meja.

“Energi Arcana biasa memiliki elemen.”

Api.
Air.
Angin.
Tanah.

Namun ia menggambar simbol lain di tengah lingkaran.


Sebuah lingkaran kosong.

“Null Arcana berbeda.”

“Energi ini tidak memiliki elemen.”

“Namun justru karena itu…”

“…ia bisa membatalkan energi lain.”

Dyra mulai mengerti.

“Jadi itu sebabnya seranganku bisa merusak boss tadi.”

Eldric mengangguk.

“Benar.”

Namun ia menatap Dyra dengan serius.

“Masalahnya… energi seperti ini sangat langka.”

Lira bertanya pelan.

“Seberapa langka?”

Eldric menjawab singkat.

“Dalam sejarah Arcana Realm…”

“…hanya beberapa orang yang pernah memilikinya.”

Dyra tertawa kecil.

“Berarti aku istimewa.”

Namun Eldric tidak ikut tertawa.

Ia menatap Dyra dalam-dalam.

“Orang yang memiliki energi seperti itu…”

“…biasanya menjadi pusat perubahan besar di dunia ini.”

Ruangan tiba-tiba terasa lebih sunyi.


Di Tempat Lain

Jauh dari Velmora.

Di dalam benteng hitam besar.

Tiga sosok duduk di meja bundar.

Mereka adalah pemimpin guild Oblivion Crest.

Salah satu dari mereka berbicara dengan suara dingin.

“Dungeon Breathing Hollow runtuh.”

Yang lain menjawab,

“Dan seorang pemain baru mengambil inti dungeon.”

Pria ketiga menatap laporan di tangannya.

“Nama pemain itu…”

“…Dyra.”

Ia menutup laporan itu perlahan.

“Kita sudah menunggu artefak itu selama bertahun-tahun.”

Ia menatap dua rekannya.

“Temukan anak itu.”

Matanya bersinar dingin.

“Dan ambil artefaknya.”


Bayangan yang Lebih Besar

Di tempat lain lagi.

Di puncak menara batu yang hancur.

Sosok berjubah hitam berdiri memandang langit malam.

Panel sistem melayang di depannya.


PLAYER DATA UPDATE

Name: Dyra
Level: 15
Sync Rate: 33%


Sosok itu menutup panelnya.

Lalu tersenyum tipis.

“Dia berkembang lebih cepat dari yang kuduga.”

Angin malam bertiup kencang.

Dan suara pelan keluar dari balik tudung jubahnya.

“Arcana Realm mungkin akhirnya siap…”

“…untuk berubah lagi.”


Sementara itu di Velmora…

Dyra tidak tahu bahwa:

  • guild besar mulai memburunya
  • Legendary independen mulai memperhatikannya
  • dan dunia Arcana Realm…

perlahan kembali menuju konflik besar seperti tiga tahun yang lalu.


Bersambung ke Part 15 ⚔️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARCANA REALM part 2

ARCANA REALM part 3

ARCANA REALM part 12