ARCANA REALM part 17
Part 17 – Undangan dari Kegelapan
Beberapa hari setelah serangan Oblivion Crest, suasana di Velmora tidak lagi sama.
Rumor tentang seorang pemain bernama Dyra semakin sering terdengar di antara para petualang.
Ada yang mengatakan dia mengalahkan boss dungeon sendirian.
Ada juga yang berkata dia memiliki artefak kuno yang telah lama hilang.
Sebagian besar orang menganggapnya hanya rumor.
Namun bagi guild besar…
Itu adalah sesuatu yang harus diperiksa.
Undangan Aneh
Suatu sore, saat Dyra sedang berlatih Null Shift di halaman belakang markas, seekor burung mekanik kecil terbang turun di depannya.
Burung itu terbuat dari logam hitam dengan mata kristal biru.
Dyra mengerutkan dahi.
“Ini apa lagi?”
Burung itu membuka paruhnya.
Sebuah gulungan kecil jatuh ke tangan Dyra.
Lira mendekat.
“Pesan?”
Dyra membuka gulungan itu.
Tulisan di dalamnya sangat singkat.
Jika kamu ingin menjadi lebih kuat,
datanglah ke reruntuhan di utara hutan Arkhaven.
Datang sendirian.
Dyra mengangkat alis.
“Itu saja?”
Lira terlihat curiga.
“Ini jelas jebakan.”
Eldric yang berdiri tidak jauh dari sana juga membaca gulungan itu.
Ia terdiam beberapa detik.
“Tidak.”
Dyra dan Lira menoleh.
“Ini bukan jebakan biasa.”
Dyra bertanya,
“Kenapa?”
Eldric menunjuk simbol kecil di ujung gulungan.
Sebuah lambang sederhana.
Lingkaran hitam dengan garis di tengah.
Dyra mengerutkan dahi.
“Apa artinya?”
Eldric menjawab pelan.
“Itu simbol seseorang yang sangat jarang mengirim undangan.”
Lira menelan ludah.
“Jangan bilang…”
Eldric mengangguk.
“Legendary.”
Perjalanan ke Reruntuhan
Malam itu Dyra memutuskan untuk pergi.
Lira tentu saja menolak tinggal diam.
“Aku ikut.”
Dyra menghela napas.
“Pesannya bilang datang sendirian.”
Lira menyilangkan tangan.
“Kalau ini jebakan, kamu mati sendirian.”
Dyra tidak bisa membantah itu.
Eldric hanya berkata singkat,
“Hati-hati.”
“Beberapa Legendary tidak suka diganggu.”
Reruntuhan Utara
Reruntuhan itu berada di tengah hutan yang jauh lebih gelap dari biasanya.
Pohon-pohon tua berdiri seperti bayangan raksasa.
Dyra dan Lira berjalan pelan melewati batu-batu kuno yang setengah tertimbun tanah.
Tiba-tiba…
Suara langkah kaki terdengar dari atas.
Dyra langsung mengaktifkan Null Sense.
Energi kuat terasa di dekat mereka.
Seseorang turun dari pilar batu yang tinggi.
Pria itu mengenakan mantel panjang abu-abu.
Rambutnya berwarna perak.
Matanya tajam seperti pedang.
Dyra langsung mengenalinya.
“Kael…”
Kael Vireon tersenyum tipis.
“Aku tahu kamu akan datang.”
Lira langsung bersiap dengan pedangnya.
“Kamu yang mengirim pesan?”
Kael mengangguk santai.
“Benar.”
Dyra bertanya,
“Kenapa memanggilku?”
Kael menatap kalung di leher Dyra.
“Karena dunia ini sedang berubah lagi.”
Ia berjalan perlahan mendekat.
“Dan kamu berada tepat di tengah perubahan itu.”
Dyra tidak berkata apa-apa.
Kael lalu berkata sesuatu yang membuat Dyra terdiam.
“Jika kamu terus berjalan seperti ini…”
“…suatu hari kamu akan menghadapi mereka.”
Lira bertanya,
“Siapa?”
Kael menjawab singkat.
“Tiga Legendary yang menguasai Oblivion Crest.”
Angin malam bertiup kencang di reruntuhan itu.
Dyra menatap Kael.
“Dan kamu memanggilku hanya untuk mengatakan itu?”
Kael tertawa kecil.
“Tidak.”
Ia menunjuk ke arah reruntuhan di belakangnya.
Di tanah terbuka itu terdapat lingkaran sihir besar yang retak.
Energi aneh keluar dari dalam tanah.
Kael berkata pelan.
“Aku memanggilmu karena…”
“…aku ingin melihat apakah kamu benar-benar layak membawa artefak itu.”
Dyra mengangkat tongkatnya.
“Kamu ingin bertarung?”
Kael tersenyum.
“Tidak.”
Ia menunjuk lingkaran sihir itu lagi.
“Namun sesuatu di bawah reruntuhan itu ingin bertarung denganmu.”
Tanah tiba-tiba bergetar.
Retakan besar muncul di tengah lingkaran sihir.
Energi hitam keluar dari dalam tanah.
Panel sistem muncul di depan Dyra.
ANCIENT CREATURE AWAKENED
Name: Grave Sentinel
Level: 30
Lira langsung berteriak,
“LEVEL 30?!”
Dyra menatap Kael.
“Kamu gila?!”
Kael hanya duduk di atas batu sambil menyilangkan tangan.
“Aku hanya ingin melihat sesuatu.”
Ia tersenyum tipis.
“Apakah kamu benar-benar pemain yang bisa mengguncang Arcana Realm…”
“…atau hanya rumor yang berumur pendek.”
Monster raksasa itu akhirnya muncul sepenuhnya dari tanah.
Tubuhnya seperti penjaga batu kuno dengan mata menyala merah.
Dyra menghela napas panjang.
“Baiklah…”
Ia mengangkat tongkatnya.
Energi Null Arcana mulai bergetar.
“Sepertinya kita harus membuktikan sesuatu malam ini.”
Bersambung ke Part 18… ⚔️
Komentar
Posting Komentar