ARCANA REALM part 20

 Part 20 – Gerbang Dungeon Kuno

Pagi di kota Velmora terasa lebih tenang dari biasanya.

Namun ketenangan itu tidak dirasakan oleh Dyra.

Di depan mereka terbentang peta besar yang dibuka oleh Eldric di atas meja kayu.

Tanda merah di tengah peta terlihat jelas.

Ancient Dungeon – Valthera Ruins

Dyra menatapnya dengan serius.

“Jadi di sinilah kita akan berlatih?”

Eldric mengangguk.

“Dungeon ini sudah lama ditinggalkan pemain.”

Lira langsung menyela.

“Kenapa?”

Eldric menjawab santai.

“Karena kebanyakan pemain yang masuk…”

“…tidak pernah keluar lagi.”

Lira langsung memijat pelipisnya.

“Mentor benar-benar tidak pernah memilih tempat yang normal ya.”

Perjalanan ke Valthera

Perjalanan menuju dungeon memakan waktu hampir setengah hari di Arcana Realm.

Hutan yang mereka lewati semakin tua dan gelap.

Pepohonan besar menutupi cahaya matahari.

Udara terasa lebih berat.

Dyra merasakan sesuatu sejak mereka memasuki wilayah itu.

“Energi di sini… berbeda.”

Eldric mengangguk.

“Dungeon kuno biasanya memiliki Arcane Field yang kuat.”

“Energi dunia terkonsentrasi di sana.”

Lira bertanya,

“Itu berarti monster di dalamnya lebih kuat?”

Eldric menjawab singkat.

“Jauh lebih kuat.”

Gerbang yang Terlupakan

Akhirnya mereka tiba.

Sebuah bangunan batu raksasa berdiri di tengah hutan.

Gerbang besar setengah runtuh.

Simbol-simbol sihir kuno terukir di dindingnya.

Sebagian sudah pudar dimakan waktu.

Namun satu simbol masih terlihat jelas.

Lingkaran besar dengan pola sihir kompleks di tengahnya.

Dyra menatapnya beberapa detik.

Ada sesuatu yang terasa… familiar.

Lira menyenggol bahunya.

“Dyra?”

Dyra tersadar.

“Ah… tidak apa.”

Namun di dalam hatinya, ia merasa seperti pernah melihat simbol itu sebelumnya.

Sistem Dungeon

Saat mereka melangkah masuk…

Panel sistem muncul di depan mereka.

DUNGEON DISCOVERED

Valthera Ruins

Danger Level: High

Recommended Level: 25+

Lira langsung menatap Dyra.

“Kita level berapa sekarang?”

Dyra menjawab pelan,

“Aku 17.”

Lira menghela napas panjang.

“Aku 16.”

Eldric tersenyum.

“Bagus.”

“Berarti ini latihan yang sempurna.”

Monster Pertama

Lorong dungeon sangat gelap.

Hanya cahaya kristal biru di dinding yang menerangi jalan.

Namun tidak lama kemudian…

Suara aneh terdengar dari kejauhan.

KRRAAAAK…

Dyra langsung berhenti.

“Siap.”

Dari kegelapan lorong muncul makhluk besar.

Tubuhnya seperti laba-laba batu dengan kaki panjang dan tajam.

Panel sistem muncul.

Stone Arachnid

Level: 26

Lira langsung menarik pedangnya.

“Monster pembuka level 26…”

Dyra mengangkat tongkatnya.

“Lumayan.”

Monster itu langsung melompat.

Serangannya sangat cepat.

Namun sebelum mencapai mereka—

Dyra mengaktifkan Null Shift.

Tubuhnya menghilang.

Lalu muncul di samping monster itu.

Null Bolt!

BOOM!

Serangan itu menghantam sisi tubuh monster.

Lira langsung menyerang dari arah lain.

Wind Edge!

Pedangnya menebas kaki monster itu.

Makhluk itu menjerit keras.

Namun belum tumbang.

Eldric yang berdiri di belakang hanya memperhatikan.

Sesekali ia memberi instruksi.

“Dyra, serang retakan di sendinya!”

Dyra mengangguk.

Ia melompat lagi menggunakan Null Shift.

Null Strike!

Retakan besar muncul di kaki monster.

Lira langsung menghabisinya dengan satu tebasan cepat.

Monster itu runtuh menjadi debu batu.

Panel sistem muncul.

Monster Defeated

EXP meningkat.

Lira tersenyum lebar.

“Kalau semua monster di sini seperti itu… kita bisa leveling cepat.”

Eldric tertawa kecil.

“Itu hanya penjaga pintu.”

Dyra menatap ke dalam lorong yang lebih gelap.

“Kalau begitu…”

“…yang di dalam pasti jauh lebih buruk.”

Sesuatu di Kedalaman

Tanpa mereka sadari…

Di bagian terdalam dungeon itu…

Sebuah ruangan besar tersembunyi di bawah tanah.

Di tengah ruangan terdapat kristal hitam raksasa.

Energi gelap mengalir di dalamnya.

Tiba-tiba kristal itu berdenyut.

Seolah merasakan sesuatu.

Sebuah suara tua bergema pelan.

“Null… Arcana…”

Makhluk besar yang tertidur di dalam kristal itu perlahan membuka mata.

“Sudah lama…”

“…sejak energi itu kembali ke dungeon ini.”

Di Tempat Lain

Sementara itu…

Di luar kota Velmora.

Tiga pemain berjalan menuju gerbang kota.

Armor mereka berwarna hitam dengan lambang yang sama di dada.

Simbol Oblivion Crest.

Salah satu dari mereka berkata pelan,

“Informasi mengatakan pemain bernama Dyra berada di kota ini.”

Yang lain tersenyum dingin.

“Kalau begitu…”

“…kita mulai berburu.”

Bersambung ke Part 21…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARCANA REALM part 2

ARCANA REALM part 3

ARCANA REALM part 12