ARCANA REALM part 23
RUANG YANG TERLUPAKAN
Debu dari tubuh Ancient Valthera Sentinel masih melayang di udara.
Ruangan besar itu perlahan kembali sunyi.
Dyra berdiri di tengah lingkaran sihir, masih memegang Fragment of Arcana Core di tangannya.
Kristal hitam itu berdenyut pelan.
Seolah… hidup.
Lira mendekat sambil masih kelelahan.
“Jadi itu hadiah dari boss?”
Dyra mengangguk pelan.
“Tapi rasanya… berbeda.”
Eldric menatap kristal itu dengan serius.
“Itu bukan sekadar item.”
Ia melangkah mendekat.
“Itu bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar.”
Resonansi Kedua
Saat Dyra mendekatkan kristal itu ke kalungnya—
Heart of Null Arcana langsung bereaksi.
Cahaya hitam menyelimuti kedua benda itu.
Panel sistem muncul.
RESONANCE DETECTED
Heart of Null Arcana
Sync Rate: 36% → 42%
Dyra langsung merasakan lonjakan energi di tubuhnya.
Namun kali ini…
bukan hanya kekuatan.
Sebuah bayangan memori muncul di kepalanya.
Penglihatan Kuno
Dunia di sekitar Dyra berubah.
Ia berdiri di tempat yang sama…
namun dalam kondisi yang berbeda.
Valthera Ruins tampak utuh.
Bersih.
Dipenuhi cahaya.
Di tengah ruangan berdiri beberapa sosok berjubah.
Mereka bukan pemain.
Aura mereka berbeda.
Lebih… tinggi.
Salah satu dari mereka berbicara.
“Arcana Core harus tetap stabil.”
Yang lain menjawab,
“Jika keseimbangan terganggu, dunia ini akan runtuh.”
Dyra mencoba mendekat.
Namun tubuhnya seperti tidak terlihat.
Ia hanya bisa menyaksikan.
Lalu satu sosok melangkah maju.
Berbeda dari yang lain.
Tidak memakai jubah penuh.
Wajahnya samar.
Tidak bisa terlihat jelas.
Namun suaranya terdengar tegas.
“Jika suatu hari sistem ini rusak…”
“…kita harus menyiapkan seseorang.”
Salah satu dari mereka bertanya,
“Seseorang?”
Sosok itu menjawab,
“Seorang penyeimbang.”
Dyra terdiam.
Entah kenapa…
kata-kata itu terasa sangat dekat.
Kembali ke Realita
“DYRA!”
Suara Lira menariknya kembali.
Penglihatan itu menghilang.
Dyra terengah.
“Apa… tadi itu…”
Eldric menatapnya tajam.
“Kamu melihat sesuatu, bukan?”
Dyra mengangguk pelan.
“Ada orang-orang… mereka seperti…”
“…pencipta dunia ini.”
Eldric terdiam.
Untuk pertama kalinya, wajahnya menunjukkan keterkejutan nyata.
Ruang Rahasia Terbuka
Tiba-tiba—
Lingkaran sihir di lantai kembali bersinar.
Namun kali ini lebih lembut.
Bagian tengah ruangan perlahan terbuka.
Tangga batu muncul menuju ke bawah.
Lira langsung berdiri.
“Serius… kita belum selesai?”
Dyra menatap ke bawah tangga itu.
Aura di sana terasa lebih dalam.
Lebih tua.
Eldric berkata pelan,
“Sepertinya kita menemukan sesuatu yang tidak seharusnya ditemukan.”
Dyra tersenyum tipis.
“Kalau begitu… kita lihat sampai akhir.”
Di Bawah Valthera
Mereka turun perlahan.
Tangga itu membawa mereka ke ruangan kecil yang tersembunyi.
Di tengah ruangan terdapat pilar kristal hitam.
Berbeda dari sebelumnya.
Kristal ini lebih stabil.
Lebih… utuh.
Di permukaannya terdapat simbol yang sama dengan artefak Dyra.
Lira berbisik,
“Apa ini tempat penyimpanan inti…?”
Eldric menjawab pelan,
“Bisa jadi.”
Namun Dyra melangkah mendekat.
Tanpa sadar, tangannya menyentuh kristal itu.
Pesan yang Ditinggalkan
Cahaya muncul lagi.
Namun kali ini bukan penglihatan.
Sebuah suara terdengar langsung di ruangan itu.
Tenang.
Dalam.
“Jika kamu mendengar ini…”
“…berarti sistem sudah mulai tidak stabil.”
Dyra membeku.
Lira dan Eldric juga terdiam.
Suara itu melanjutkan.
“Arcana Realm bukan sekadar dunia permainan.”
“Ini adalah sistem yang menjaga keseimbangan energi.”
Dyra menggenggam tangannya.
Seolah kata-kata itu ditujukan langsung padanya.
“Dan suatu hari…”
“…seseorang akan terpilih untuk menyeimbangkannya kembali.”
Suara itu perlahan menghilang.
Namun satu kalimat terakhir tertinggal.
“Temukan semua fragmen…”
“…dan bangkitkan inti yang sebenarnya.”
Ancaman yang Menunggu
Di saat yang sama…
Di luar dungeon.
Langit di atas hutan mulai gelap.
Tiga anggota Oblivion Crest berdiri menunggu.
Salah satu dari mereka tersenyum.
“Energi di dalam dungeon sudah mereda.”
Yang lain menjawab,
“Itu berarti…”
“…target kita akan segera keluar.”
Pemimpin mereka mengangkat kepalanya.
Matanya dingin.
“Kita tidak akan gagal kali ini.”
Kesadaran Baru
Di dalam dungeon…
Dyra berdiri diam.
Ia melihat kristal di depannya.
Kemudian melihat kalung di lehernya.
“Fragmen… inti… penyeimbang…”
Lira menatapnya.
“Dyra…”
Dyra menarik napas dalam.
“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi…”
“…tapi satu hal sudah jelas.”
Ia menatap ke arah tangga keluar.
“Kita tidak hanya sedang bermain di dunia ini.”
Eldric tersenyum tipis.
“Akhirnya kamu mulai mengerti.”
Dyra menggenggam tongkatnya.
“Dan sepertinya…”
“…dunia ini tidak akan membiarkan kita pergi dengan mudah.”
Bersambung ke Part 24… ⚔️
Komentar
Posting Komentar